INVASI DINASTI GHAZNI DAN GHURI


Dinasti Ghaznawiah
A.    Sejarah berdirinya Dinasti Ghaznawiah
Kata Ghaznawi diambil dari nama salah satu kota di Kabul dalam wilayah Afghanistan Timur, yaitu kota kecil yang bernama Ghazna. Disanalah pusat pemerintahan Dinasti Ghaznawi. Lahirnya dinasti ini dilatar belakangi oleh peran seorang keturunan budak Turki bernama Alptigin yang begitu setia dan diberi kepercayaan oleh Abdul al-Malik bin Nuh selaku penguasa Dinasti Samaniyah pada waktu itu.
Abdul al-Malik bin  Nuh memberikan kepercayaan kepada Alptigin sebagai pengawal kerajaan, setelah itu karirnya meningkat jadi komandan pengawal dan akhirnya dia diangkat oleh Abdul al-Malik menjadi menjadi gubernur di Huriah, Khurasan. Setelah Abdul al-Malik bin Nuh meninggal dunia, Dinasti Samaniyah dipimpin oleh Mansyur bin Muhammad. Ketika itu terjadi perselisihan Alptigin dengan penguasa Samaniyah, Mansyur bin Muhammad, maka karena ketidaksenangan Alptigin ia pergi ke sebelah timur perbatasan kerajaan dan kemudian ia menyerang kota Ghazna pada tahun 962 M dan berhasil merebutnya.
Setelah Alptigin wafat, kekuasaan beralih kepada menantunya yang bernama Sebuktigin yang diangkat menjadi oleh tentara Turki menjadi penguasa di Ghazna pada tahun 977 M. Kendatipun Sebuktigin menjadi penguasa di Ghazna tetapi ia masih merasa berada dibawah kekuasaan Dinasti Samaniyyah, ini terbukti dari mata uang yang dibuat atas namanya sendiri dan nama Mansyur ibn Muhammad.
Sebuktigin dikenal sebagai seorang penguasa yang arif dan bijaksana, administrator ulung yang sangat di senangi oleh para pembantunya dan disegani oleh para koleganya. Setelah Samaniyyah runtuh, Ghaznawi secara resmi mendapat restu (legitimasi) dari khilafah Abbasiyah di Baghdad dan justru diberi gelar kehormatan Nashir ad-Dawlah (penolong pemerintah). Dengan demikian dialah penguasa resmi yang mendapat legitimasi Dinasti Ghaznawi.
Ketika kembali mempelajari sejarah bahwa munculnya Dinasti Ghaznawi saling terkait dinasti-dinasti sebelumnya mulai dari Dinasti Buwaihi yang penganut-penganut papan atas pengikut Mukta’zilah menduduki posisi penting di kesultanan sehingga hampir otomatis aktifitas-aktifitas penganut Asy’ariah tertekan hingga Dinasti Buwaihi digulingkan oleh Tughril dari Dinasti Saljuk pada 1055 M, bahkan Abu Nasr Muhammad bin Mansyur Al Kunduri (Wafat 456 H).[1]
Kebangkitan Dinasti Ghaznawi mempresentasikan kemenangan pertama Turki dalam persaingan dengan Iran untuk mencapai kekuasaan dalam Islam. Ghaznawi tidak ditopang dengan angkatan bersenjata, maka semuanya segera menemui kehancuran. Wilayah kekuasaan disebelah timur berangsur-angsur memisahkan diri dan muncullah dinasti-dinasti muslim independen, di utara dan barat seperti Dinasti Khan dari Thurkistan dan Saljuk dari Persia.
Ghaznawi adalah nama sebuah dinasti yang berpusat di kota Gazna dan berkuasa di wilayah Afghanistan dan India Utara. Dinasti itu didirikan oleh Subektegin, yang berasal dari Turki menjadi panglima dan gubernur Bani Saman. Dinasti itu berusia lebih dari 200 tahun (366 H/977 M-582 H/1186 M) di Iran Timur dan di wilayah yang sekarang menjadi Afghanistan sehingga waktu yang lama, amir Gaznawi menyandang gelar amir, sekalipun sejarawan menyebut mereka sultan.[2]
Alibtakin adalah seorang dari mantan budak orang-orang Turki yang memiliki posisi terhormat di kalangan Samaniyun. Dia diangkat sebagai penguasa di kota Herat dan Ghaznah. Mulailah pamornya mencorong dan mendirikan pemerintahan. Wilayah pemerintahannya meluas ke Afghanistan, Punjab dan Pakistan. Pada tahun 366-387 H/976-997 M, yang berkuasa adalah seorang Mamluk dikenal dengan sebutan Sabaktakin, seorang panglima perang Alibtakin yang kemudian dinikahkan dengan putrinya. Dia sebenarnya dianggap mendirikan pemerintahan ini dalam bentuk yang sebenarnya. Pengaruhnya meluas hingga ke Timur dan menjadikan Peshawar sebagai ibu kota negaranya. Sultan Mahmud al-Ghaznawi digantikan oleh anak-anaknya, Ismail kemudian Mahmud, Mahmudlah yang dianggap sebagai sultan paling terkemuka dalam pemerintahan Ghaznawiyah. Dia menyerang Samaniyun dan mengalahkan mereka sehingga menguasai Khurasan.
Oleh karena itu, pemerintahannya menjadi besar di kawasan dunia Islam bagian Timur. Setelah itu, melakukan penyerbuan ke India dan berhasil menaklukkan beberapa kota dan menjadikan penduduknya memeluk Islam. Sultan Mahmud berhasil menghancurkan berhala-berhala. Dia adalah penguasa muslim pertama yang berhasil menguasai sebagian besar wilayah India, kemudian menguasai Kashmir dan sebagian besar kawasan Asia Tengah, Asfahan dan sebagian besar Iran.[3]
Mahmud al-Ghaznawi dikenal sebagai penguasa yang adil, sangat cinta, menghormati ilmu dan ulama. Sultan Mahmud memiliki dua anak, Mas’ud dan Muhammad. Sultan memberikan wasiat bahwa yang berkuasa setelah dirinya adalah anaknya yang bungsu (Muhammad). Kebijakan ini menimbulkan peperangan sengit antara dua orang bersaudara. Kemudian, pemerintahan ini menjadi lemah hingga akhirnya berhasil dihancurkan oleh orang-orang Saljuk dan orang Ghauri.
Kondisi itulah yang mendorong penguasa di daerah maju selangkah membentuk pemerintahan otonom yang secara duniawi telah merdeka, tetapi dari aspek agama masih mengakui kekhalifahan ‘Abbâsiyah di Baghdad. Penguasa daerah yang muncul sebagai pemerintah otonom adalah Dinasti Samaniyah di Transoxania dan Dinasti Ghaznawi di Afghanistan.
Cikal bakal berdirinya Dinasti Ghaznawi diawali oleh Alpatigin (seorang keturunan Turki yang menjadi perwira militer pada Dinasti Samaniyah di Transoxania Asia Tengah). Ia diangkat sebagai gubernur di Khurasan Asia Tengah pada tahun 955 M. Pada tahun 962 M Alpatigin melakukan ekspansi ke arah timur, tepatnya ke Afghanistan bagian timur. Wilayah ini Alpatigin berhasil menaklukkan dan menguasai kota Ghazna beserta daerah-daerah di sekelilingnya.
Pada tahun 963 M Alpatigin meninggal dunia dan digantikan oleh anaknya yang bernama Ishâq. Ishâq yang kurang cakap dalam memerintah akhirnya harus merelakan tahta kekuasaanya jatuh ke tangan keturunan Turki yang lain, yaitu Baltigin yang kemudian digantikan pula oleh Piri. Tahun 977 M Piri diserang oleh seorang perwira yang bernama Sabuktigin, tidak lain adalah menantu dari Alpatigin. Sabuktigin selanjutnya berkuasa sampai tahun 997 M. 
Sabuktigin memiliki power dan kekuasaan, dia masih menganggap kekuasaannya berada di bawah Dinasti Samaniyah. Buktinya pada tahun 933 M dia masih mau memberikan bantuan militer kepada Dinasti Samaniyah dalam menghadapi pemberontakan. Anaknya yang bernama Mahmud dibiarkannya menjadi gubernur Khurasan di bawah Dinasti Samaniyah. Sehingga, sejak dari Alpatigin sampai Sabuktigin dan para penggantinya tetap dianggap sebagai gubernur. Walaupun ada juga perwira yang melakukan desersi terhadap dinasti tersebut, tetapi secara umum dianggap bahwa Ghazna adalah bagian dari wilayah Dinasti Samaniyah.
Para sejarawan berbeda pendapat dalam menentukan siapa sebenarnya yang mendirikan Dinasti Ghaznawi. Jurji Zaidan menganggap Alpatigin sebagai pendiri Dinasti Ghaznawi, sedangkan Philip K. Hitti berpendapat bahwa Sabuktigin adalah the real founding Dinasti Ghaznawi. Kedua pendapat tersebut dapat dibenarkan, paling tidak Alpatigin adalah sebagai perintis berdirinya dinasti Ghaznawi, sementara Sabuktigin mampu membentuk kekuatan dinasti yang mapan dan wilayah yang luas sehingga kemudian diakui keberadaannya oleh Baghdad.
Masa pemerintahannya, Sabuktigin mampu memperluas daerah kekuasaannya sampai daerah perbatasan India. Bahkan dia dapat mengalahkan Raja Jaipal dari Dinasti Rajput di Punjab dalam dua kali penyerangan, kemudian menguasai daerah perbatasan Kabul. Pada tahun 997 M, Mahmud melanjutkan penaklukan Samaniyah yang telah dilakukan ayahnya. Kerajaan Ismaili, Sindh, dan Buwayhid bisa dikatakan, pada masa pemerintahan Mahmud, dinasti ini mencapai puncak kejayaannya. Mahmud mengadakan ekspedisi ke Utara India selama 17 tahun dan mendirikan kotanya di sana.
Dari perbatasan Kurdistan ke Samarkand, dari Laut Kaspia ke Vamuna, Ia menciptakan wilayah kekuasaan baru. Kekayaan yang ia bawa dari ekspedisi India ini sangatlah berlimpah. Namun, setelah dirinya wafat, tidak ada satu sultan pun yang dapat menjadikan dinasti ini mencapai kejayaannya seperti yang dilakukan Mahmud. Di bawah kepemimpinan anak Mahmud. Masud I, dinasti ini kehilangan kepercayaan dirinya. Pada masa Masud, sebagian teritorial di bagian barat direbut oleh dinasti Saljuk pada pertempuran yang menyebabkan pembatasan kekuasaan.
Setelah Sabuktigin wafat pada tahun 977 M/387 H, pemerintahan dipegang oleh putranya Ismail Ibn Sabuktigin. Ismail hanya memerintah hanya tujuh bulan, dia dinilai lemah dan kemudian digantikan oleh saudaranya Mahmud ibn Sabuktigin yang sebelumnya adalah gubernur Khurasan. Mahmud Ibn Sabuktigin adalah tokoh terbesar dalam sejarah perkembangan Dinasti Ghaznawi, dia terkenal dengan gelar Sultan Mahmud al-Ghaznawi (387-421 H /997–1030 M). Pada masa 30 tahun pemerintahan Sultan Mahmud al-Ghaznawi, banyak membawa perubahan kemajuan di berbagai aspek. Seperti bidang politik, ekonomi, ilmu pengetahuan dan sastra.
Dinasti Ghaznawi dipimpin oleh 19 orang. Sultan yang bergelar Nashir ad-dawlah yaitu :
1.      Nashir ad-Dawlah Sebuktigin (gubernur atas nama Dinasti Samaniyah) (366-977)
2.      Isma’il (387-997)
3.      Yamin ad-Dawlah Mahmud (388-998)
4.      Jalal ad-Dawlah Muhammad (memerintah pertama kali (421-1030)
5.      Syihab ad-Dawlah Mawdud (432-1041)
6.      Muhammad, memerintah ke dua kali (432-1041)
7.      Syihab ad-Dawwlah Mawdud (432-1041)
8.      Mas’ud 2 (441-1050)
9.      Baha’ ad-Dawlah Ali (441-1050)
10.   ‘Izz ad-Dawlah Abdur Rasyid (441-1053)
11.   Qiwan ad-Dawlah Toghril, pengambil alih kekuasaan (444-1053)
12.   Jamal ad-Dawlah Farrukhzad (444-1053)
13.   Zhahir ad-Dawlah Ibrahim (451-1059)
14.   ‘A’la ad-Dawlah Mas’ud 3 (492-1099)
15.   Kamal ad-Dawlah Syirzad (508-1115)
16.   Sulthan ad-Dawlah Arslan Syah (509-1115)
17.   Yamin ad-Dawlah Barham Syah (512-1118)
18.   Mu’iz ad-Dawlah Khusraw Syah (547-1152)
19.   Taj ad-Dawlah Khusraw Malik penakluk Ghuriyah (555-582/1160-1186)
B.     Kemajuan Dinasti Ghaznawiah 
Masa pemerintahan Dinasti Ghaznawi dimulai tahun 366-582 H/ 977-1186 M di Afghanistan dan India Utara. Dalam rentang waktu yang cukup panjang itu, lebih kurang selama 200 tahun, Dinasti Ghaznawi dipimpin oleh 19 orang sultan yang diawali oleh Sebukgtigin sampai pada Khusran bin Malik Sultan yang terkahir.
1.      Aspek Politik
Kemajuan yang dicapai dinasti Ghaznawi, terutama di bawah pemerintahan Sultan Mahmûd al-Ghaznawi dapat dilihat dalam beberapa aspek. Pada masa Sabuktigin, wilayah Dinasti Ghaznawi diperluas dengan ditaklukannya beberapa wilayah di Sijistan dan Kusdar. Disamping itu ia mampu mempertahankan Transoxania dan Iran bagian barat dari serbuan Bani Saljuk.[4]
Dalam pemerintahan Sultan Mahmûd al-Ghaznawi, kemajuan bidang politik mencapai puncaknya. Ghazna yang semula adalah kerajaan kecil, yang di sana-sini terdapat reruntuhan bangunan akibat perang, ia bangun kembali menjadi kota yang megah yang kelak menjadi pusat kebudayaan dan,                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    perkembangan ilmu pengetahuan. Kerajaan tersebut menjadi luas, dari pinggir laut Kaspia di utara hingga Sungai Gangga di India, dari sungai Ozus di Amudarya (Asia Tengah) sampai sungai Indus (pesisir selatan India).[5]
Sultan Mahmûd al-Ghaznawi adalah panglima perang perkasa, dia lebih banyak berada di medan perang daripada duduk di istana kebesarannya. Sejarah mencatat, lewat peperangan yang dilakukan, dia mampu menaklukan wilayah Khurasan (1012 M), dataran tinggi Pamir (1000 M), Peshawar, Khasmir dan Bathinda (1004 M), Punjab (1006 M), Kangra (1009), Delhi (1015), Mathura, Kanauj (1019), dan Gujarat (1026).[6]
Sejak tahun 1009 M Sultan Mahmûd memusatkan perhatian untuk menaklukkan anak benua India, yaitu Somnat, tempat pujaan umat Hindu dalam wilayah Gujarat (Khatiawar). Di Somnat Sultan Mahmûd membinasakan kerajaan Gurajat dan menghancurkan Pagoda yang amat terkenal dengan keindahannya, sehingga Sultan Mahmûd sang penakluk digelari “The Idol Brooker” (penghancur berhala). Begitu besar dan bernilainya kuil suci itu bagi umat Hindu, sampai 2000 orang Brahmin dibutuhkan untuk merawatnya. Selanjutnya Sultan Mahmûd mengganti agama Brahmana dengan Islam.[7]
Boleh dikatakan pada masa itu dibuat pertama kalinya Islam mampu menguasai anak benua India. Diperkirakan selama pemerintahan Sultan Mahmûd telah melakukan 17 kali ekspedisi untuk memperluas daerah kekuasaannya. Keberhasilan Sultan Mahmûd dalam melakukan perluasan wilayah kekuasaan dan membangun kekuatan militer dan politik, membuat khalifah ‘Abbâsiyah di Baghdad Al-Qadîr Billâh memberikan penghargaan kepadanya dengan gelar Yamîn ad-Dawlah.[8]
Prestasi Sultan Mahmûd yang gemilang tersebut di samping buah dari kecakapannya memerintah, juga ditunjang oleh beberapa faktor, antara lain adalah:
1)      Faktor geografis, Ghazna sebagai ibukota terletak di dataran tinggi yang amat srategis untuk mengamati dan mengontrol lalu lintas ke India;
2)      Pertentangan antara raja-raja di India, sehingga mereka tidak mempunyai kesatuan dalam menghadapi serangan Sultan Mahmûd, seperti yang terjadi pada masa pemerintahan Sabuktigin ketika ia menaklukan Punjab dari dinasti Rajput;
3)      Faktor ideologis tentara Mahmûd yang didorong oleh semangat jihad dan kefanatikan terhadap pemimpin yang kharismatik. Di samping itu mereka juga mengharapkan ghanîmah, harta rampasan perang yang tidak sedikit.
2.      Aspek Ekonomi
Penaklukan terhadap daerah-daerah yang kaya dan subur memberikan dampak yang sangat besar terhadap kemajuan Dinasti Ghaznawi di bidang ekonomi. Harta rampasan yang melimpah dan restribusi pajak yang dikumpulkan dari seluruh daerah taklukan, mampu menghidupkan berbagai aktivitas perekonomian, sehingga tidak berlebihan bila dikatakan dinasti ini menjadi kerajaan yang makmur. Kemajuan bidang ekonomi sudah barang tentu memberi dampak yang tidak kecil terhadap perkembangan peradaban, kebudayaan, ilmu pengetahuan, termasuk di bidang militer.
3.       Aspek Ilmu Pengetahuan dan Sastra
Kemajuan di bidang pengetahuan yang dicapai Dinasti Ghaznawi salah satunya merupakan buah dari kebijakan Sultan Mahmûd yang memaksa para sarjana kenamaan untuk tinggal dan berkarya dalam wilayah pemerintahannya. Bahkan banyak yang di tempatkan di istananya. Hebatnya kebijakan itu diiringi dengan pemberian fasilitas yang cukup bagi mereka untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan sastra.[9] Untuk itu Sultan Mahmûd menyediakan anggaran yang tidak kecil. Tidak kurang dari 400.000,- ringgit emas setiap tahun disediakan untuk keperluan pendidikan, termasuk di antaranya untuk para penyair dan kaum terpelajar. Dan pada masa itu juga sering mengadakan seminar tentang ilmu pengetahuan dengan mengundang pakar, ilmuwan. Sarjana dan para cendekiawan untuk berpartisipasi dalam seminar tersebut, dan seluruh pembiayaan di tanggung kerajaan.
Sultan Mahmûd juga membangun perguruan tiggi yang diberi nama Unsuri, yang kemudian ternyata mampu mencetak banyak sarjana dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Keberhasilan ini membuat nama Sultan Mahmûd menjadi harum dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan pada abad ke-11 Masehi. Penyair-penyair yang lahir pada masa pemerintahan Sultan Mahmûd yang terkenal di antaranya adalah As’adi Thûsiy, guru dari al-Firdawsi, sastrawan yang dikenal lewat karyanya Syah–mana dan al-Farukhi,[10] keduanya menetap dan berkarya di Ghazna. Ilmuwan lain yang terkenal di antaranya adalah Rayhân Muhammad al-Birûni (973-1048 M), yang telah menulis berbagai kitab dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan, seperti  Ilmu Alam, Matematika, Astronomi, Sejarah, dan lain lain. Karyanya yang termasyur adalah Tahqîq fî al-Hind (penelitian di India).[11]
Abu al-rayhan muhammad bin ahmad al-bairuni (973) M. Lahir di kota kath, ibu kota khwarizm daerah amu darya sebelah selatan pantai laut aral. Ia adalah keturunan iran, pernah belajar kepada abu nasr mansur bin irak jilani seorang pakar matematika. Dialah seorang sarjana yang pertama berhasil menemukan berbagai ilmu pengetahuan dan mengarang beberapa kitab antara lain :
·         Bumi berputar pada porosnya yang mengelilingi matahari 600 tahun sebelum galileo
·         Menetapkan bahwa ketiga sudut segitiga besarnya 180 derajat
·         Menetapkan dasar ilmu-ilmu sudut
·         Di bidang astronomi dia menemukan arah kiblat sholat secara cepat
·         Menulis kitab tarikh al-hind dalam ekspedisi militer ke india
·         Menulis kitab yang merupakan karya utamanya al-qanun al-mas’udi fi al-haya wa an-nujum, ensiklopedia astronomi terlengkap dibidang astronomi, geografi, astrologi dan beberapa matematika bangsa greek, india, babilonia, dan persia
·         Mengarang kitab al jamahir fi ma’rifat al-jawahir, risalah mengenai minerologi yang ditulis pada masa sultan maudud bin mas’ud
·         Ahli dibidang kedokteran farmasi, fisika, sejarah, geografi, kronologi, bahasa, pengamat kebudayaan, dan seorang ulama besar pada masanya
·         Menulis kitab abstraksi mengenai geometri, astronomi, aritmatika, dan astrologi pada kitab tafhim, li awa’il sina’at at-tanjim.
Di bidang seni arsitektur, kemajuannya dapat diketahui melalui kemegahan arsitektur istana Ghazna. Mesjid dan menara di kota Ghazna, yang memiliki nilai seni tinggi. Kenyataan ini menjadi indikator yang kuat bahwa perhatian pemerintah terhadap perkembangan agama, ilmu pengetahuan, dan peradaban sangat tinggi. Sampai hari ini monumen sejarah tersebut masih dapat dilihat. Sayangnya pada tahun 1842 M, Inggris memindahkan pintu menara mesjid di kota Ghazna tersebut dan makam istana raja di India, karena mereka mengira bahwa benda tersebut merupakan bagian dari Candi/Pagoda di Somnat yang dulu dihancurkan oleh Sultan Mahmûd.[12]
Diantara hasil seni arsitektur pada masa dinasti ghazni adalah didirikannya masjid yang bernama arus al-falaq, membangun istana di afghan dan shal, serta membangun taman said hasan dan istana fazuri tempat ia begitu megahdi kota ghazna pada masa pemerintahan sultan mahmud
Demikianlah beberapa kemajuan yang telah dicapai oleh dinasti Ghaznawi dalam berbagai aspek. Dinasti Ghaznawi telah menjadi kekuatan besar dalam Sejarah Islam. Dinasti ini telah berjasa dalam menyebarkan Islam ke India, termasuk dalam perkembangan peradaban dan kebudayaan di wilayah taklukan tersebut.
C.    Kemunduran Dinasti Ghaznawiah
Awal kemunduran dinasti Ghaznawi dimulai sejak putranya Muhammad ibn Mahmûd diangkat menggantikan bapaknya Sultan Mahmûd yang wafat pada tahun 1030 M. Muhammad ibn Mahmûd tidak disenangi oleh kalangan tentara, sehingga terjadi perebutan tahta dengan adiknya Mas’ûd ibn Mahmûd. Ternyata Mas’ûd ibn Mahmûd adalah pemimpin yang lemah dan tidak mampu melanjutkan keberhasilan yang telah dicapai oleh bapaknya. Penyerbuan Bani Saljuk ke beberapa propinsi dinasti Ghaznawi di Persia memberikan dampak yang besar terhadap dinasti Ghaznawi dalam menuju gerbang kehancurannya. Dalam kondisi ini terjadi pula perbedaan pendapat tajam antara Sultan dengan Dewan Kesultanan. Para personil dewan menginginkan agar perhatian pemerintah lebih difokuskan untuk merebut kembali wilayah-wilayah yang dicaplok oleh Bani Saljuk dan wilayah-wilayah yang mencoba memisahkan diri. Namun ia menghendaki dan memutuskan melanjutkan penaklukan ke India. Sementara penyerbuan yang dilakukan Bani Saljuk telah menyebar dan sampai ke Khurasan. Berita-berita penyerbuan Bani Saljuk ini pada akhirnya memaksa Sultan Mas’ûd menarik kembali pasukannya dari India.
Pada tahun 1040 M Sultan Mas’ûd mengalami kekalahan besar di Khurasan dalam menghadapi serangan Bani Saljuk. Kekalahan ini merupakan titik klimaks kehancuran dinasti Ghaznawi di Persia. Sultan Mas’ûd sendiri yang kehilangan semangat sempat melarikan diri, yang akhirnya kembali ke istana. Namun dalam perjalanan dia justru dibunuh oleh tentaranya sendiri yang merasa kecewa terhadap berbagai kebijakan yang diputuskan oleh Sultan Mas’ûd.[13]
Sejak tahun 1040 sampai dengan 1050 M pertempuran terus berlangsung antara dinasti Ghaznawi dengan Bani Saljuk, tetapi akhirnya terjadi gencatan senjata selama setengah abad. Sementara itu Afganistan tetap diakui sebagai bagian dari wilayah Ghaznawi. Di samping menghadapi menghadapi serangan Bani Saljuk, ancaman terbesar yang dihadapi Ghaznawi saat itu juga datang dari suku-suku Ghuzz dan Ghûr. Sebagai suku pengembara yang sebelumnya pernah jadi kekuatan inti dari tentara Bani Saljuk, akhirnya mereka juga melawan kepada Bani Saljuk. Kekuatan dan mobilitas tentara suku pengembara ini kemudian benar-benar melumpuhkan kekuatan Ghaznawi di bagian utara. Kemudian munculnya suku Ghûr sebagai kekuatan baru yang juga mengincar bagian wilayah kekuasaan Ghaznawi semakin melemahkan dinasti ini. Ini mengakibatkan posisi Lahore sebagai ibukota kedua Ghaznawi semakin penting bagi para penguasanya.
Pada tahun 1173 M kota Ghazna direbut oleh tentara Ghûr, membuat seluruh penguasa Ghaznawi terpaksa pindah ke Lahore dan menjadikannya sebagai pusat pemerintahan yang baru. Namun pada tahun 1187 M Lahore juga direbut oleh  pasukan Ghûr di bawah pimpinan Ibn Syâm, sehingga penguasa terakhir dinasti Ghaznawi yaitu Khasrav Malim ikut terbunuh. Walaupun dinasti Ghaznawi telah dihancurkan oleh suku Ghûr, akan tetapi sebagai penguasa di sebagian besar wilayah anak benua India, dinasti Ghaznawi banyak menentukan masa depan Islam di Asia Selatan. Orang-orang Ghaznawi mampu mendirikan pemerintahan yang populer dan relatif stabil selama hampir dua abad. Yang lebih penting lagi upaya dinasti Ghaznawi ini kemudian diikuti oleh orang-orang Ghûr dan dan budak-budak Turki. Mereka pada akhirnya menjadi cikal-bakal bagi berdirinya dinasti-dinasti Muslim berikutnya di anak benua India.
D.    Ekspedisi Mahmud
1.      Ekspedisi Mahmud yang pertama yang dilakukan pada tahun 1000 M terhadap kota-kota garis depan Khyber Pass merupakan ekspedisi yang penting. Selama ekspedisi ini ia merebut beberapa benteng dan kota dari Khyber Pass.
2.      Mahmud memimpin ekspedisi keduanya (1001 M) melawan musuh ayahnya, Jaipal, raja kerajaan Hindustan dengan membawa 100.000 tentara berkuda.
3.      Ekspedisi ketiga diarahkan melawan penguasa Bhira (Bhatiya) yang mengingkari janjinya untuk membantu Mahmud.
4.      Ekspedisi keempat Mahmud diarahkan melawan pemimpin Muslim  di Multan. Abu Fatah Daud, pemimpin Multan telah menjalin hubungan persahabatan dengan Anandapal.
5.      Ketika Mahmud kembali ke Ghazni setelah merebut Multan dan menunjuk Sukhpal atau Nawasa Shah sebagai gubernurnya, sang gubernur menyatakan kemerdekaannya dan keluar dari agama Islam. Mahmud memimpin invasi (1007 M) terhadapnya dan mengalahkannya.
6.      Ekspedisi keenam Mahmud digerakkan melawan Anandapal pada tahun  1008 M.
7.      Selanjutnya Mahmud bergerak melawan Nagarkot di perbukitan Kangra dan menyerang benteng Nagarkot (1009 M).
8.      Pada tahun 1010 M, Mahmud memimpin suatu ekspedisi ke Multan dan mengalahkan pemimpin pemberontak, Abul Falah Daud.
9.      Meskipun telah dikalahkan, Anandapal tidak kehilangan semangatnya. Pada kenyataannya, perlawanan berkali-kali membuatnya lebih mantap untuk melawan musuh hingga titik penghabisan.
10.  Pada tahun 1014 M, Mahmud bergerak melawan penguasa Thaneswar. Orang-orang Hindu bertempur mati-matian tetapi mereka dikalahkan dan raja Thaneswar tertangkap.
11.  Mahmud melakukan dua percobaan antara tahun 1015 M dan 1021 M untuk menaklukkan Kashmir tetapi dalam kedua usaha itu ia gagal.
12.  Ekpedisi Mahmud yang penting berikutnya diarahkan terhadap Qanauj, ibukota India pada waktu itu.
13.  Penyerahan diri Rajjapal, pemimpin Qanauj, menimbulkan kemarahan di kalangan pemimpin suku Rajput lainnya, khususnya Gonda, raja suku Chandela dari Kalinjar.
14.  Pada tahun 1021-1022 M, Mahmud mengepalai ekspedisi ke-14 ke wilayah Gwalior dan memaksa raja Gwalior untuk menyerah.
15.  Setelah penyerahan diri raja Gwalior Mahmud melanjutkan ekspedisi ke Kalinjar, benteng pertahanan Gonda yang besar dan terkenal, menggelar pasukan untuk menyerangnya.
16.  Ekspedisi Sultan Mahmud yang paling penting tentu saja adalah penguasaan Somnath di Kathiawar.
17.  Ekspedisi terakhir (1027 M) dilakukan ke wilayah yang didiami suku Jat yang mengganggu tentara Muslim dalam perjalanannya kembali dari Somnath.[14]
BAB III
Dinasti Ghuri
A.    Sejarah Awal Dinasti Ghuri
Jatuhnya Ghaznawiyah oleh salah satu kelompok penguasa pusat Abbasiyah, Dinasti Seljuk, telah memberi kesempatan yang sangat berharga kepada salah seorang jenderal Ghaznawi untuk tampil ke depan guna menyelamatkan wilayah-wilayah yang telah diwariskan kepadanya. Pada akhir abad dua belas, kedudukan Ghaznawi digantikan oleh panglimanya yang selanjutnya disebut Dinasti Ghuri. Dinasti Ghuri mengawali debutnya secara sistematik ketika berhasil menaklukkan India. Dalam rentang waktu 1175-1192, mereka berhasil merebut daerah Uch, Multan Peshawar, Lahore dan Delhi.
Penaklukan-penaklukan yang dilakukan Muhammad Ghuri ke daerah utara tidak seperti tuannya, Muhammad Ghazna. Ia menempatkan militer di sana (Delhi) sebagai bangunan politik. Periode pemerintahan Ghuri ini dikenal dengan nama “kesultanan para budak”. Selama pemerintahan ini, tujuh panglima budak (sultan-sultan lokal) memimpin daerah-daerah kekuasaannya silih berganti, bahkan tidak jarang sering bertikai. Diantara sultan-sultan itu adalah Alaudin Khalji (1296-1316 M) seorang keturunan Turki-Afghan yang mengontrol secara luas daerah-daerah pusat dan selatan India; Muhammad bin Tighluq (1325-1352 M) seorang Turki yang berhasil melanjutkan penaklukan ke daerah bagian pedalaman di Selatan  India dan bergerak terus ke Devagiir.
Muhammad Ghuri, kemudian digantikan oleh sanak saudaranya yang sekaligus sebagai budak-budaknya. Ia membagi kekuasaannya kepada tiga panglima yang dipercayainya yakni, Tajuddin yang menguasai daerah Ghaznah; Nashiruddin Kubacha yang menguasai wilayah Sind; dan Quthubuddin Aybak yang menguasai seluruh Hindustan. Tetapi tampaknya orang yang mampu mengembangkan kekuatan ini adalah Quthbuddin Aybak. Ia memiliki kemampuan manajemen politik dan keterampilan militer yang sangat hebat. Ini terlihat jelas dari luasnya wilayah yang di kuasainya dan pengaruhnya yang sangat kuat diwilayah-wilayah yang dipimpinnya.[15]

Kerajaan Ghuri terletak di daerah perbukitan antara Ghazni dan Herat. Daerah ini ditaklukkan oleh Sultan Mahmud tahun 1010 M. Sejak saat itu daerah ini menjadi sebuah propinsi yang menjadi bagian dari Kesultanan Ghazni. Orang-orang Ghuri telah berjuang dan melayani dengan setia di bawah bendera Sultan Mahmud. Tetapi selama kekuasaan para penggantinya, mereka menunjukkan sikap kurang perhatian dalam hal loyalitas terhadap Sultan Ghaznawi. Persoalan berubah menjadi serius ketika Qutbuddin, salah satu pimpinan Ghur, dihukum mati oleh Bahram, seorang keturunan Sultan Mahmud. Saifuddin, saudara dari pimpinan yang terbunuh menjadi marah saat itu. Ia berperang melawan Bahram dan mengusirnya keluar dari Ghazni. Bahram segera kembali, mengalahkan Saifuddin dan membunuhnya. Ketika Alauddin mendengar nasib saudaranya, ia berikrar untuk menghukum Sultan Ghazni. Ia menyerang Bahram dan membuatnya lari kocar-kacir. Ia menghancurkan kota dan selama 7 hari kerusuhan massal berlangsung secara mengerikan. Gedung-gedung Ghazni yang indah banyak yang dihancurkan dan sebagian besar penduduknya terbunuh. Aksi Alauddin ini mendatangkan julukan baginya sebagai Jahansuz (world-burner, pembakar bumi). Khusrau Shah, anak dan pengganti Bahram, tidak berhasil mengatasi keterpurukan dinastinya. Ia digantikan oleh anaknya Khusrau Malik yang dikalahkan dan terbunuh pada tahun 1191 M oleh Muhammad Ghuri.[16]
Setelah kematian Alauddin, anaknya yang bernama Saifuddin Muhammad naik berkuasa, tetapi ia kemudian terbunuh dalam peperangan melawan bangsa Turki dari suku Aghuz. Para bangsawan mengangkat Ghiyasuddin, sepupu dari Alauddin ke tahta yang kosong. Ghiyasuddin menduduki Ghazni yang telah jatuh ke tangan Turki selama kekuasaan Khusrau Shah. Ia menunjuk adiknya Shihabuddin, yang dikenal juga dengan Muizzuddin Muhammad Ghuri untuk mengendalikan pemerintahan propinsi baru tersebut. Dua bersaudara itu menjalin hubungan politik dan pribadi yang baik. Hingga akhir hayatnya, Ghiyasuddin mendapatkan kepatuhan dan kesetiaan yang besar dari saudaranya, dan sebagai tanda niat baik bagi Shihabuddin, ia memberikan kemerdekaan Ghuri lebih senang memakai gelar Muizuddin dari pada Shihabuddin.[17]
B.     India pada Awal Penaklukkan Muhammad Ghuri
Kondisi politik anak benua pada waktu invasi Muhammad Ghuri tidak lebih baik dari kondisi yang ditemukan Sultan Mahmud pada awal invasinya. Seluruh negeri terbagi ke dalam sejumlah negara-negara merdeka yang sedang mengalami peperangan saling merusak. Tidak ada pusat kekuasaan yang mengendalikan dan ini menjadikan kondisi India yang kacau menjadi lebih buruk. Di samping propinsi muslim, ada kerajaan Rajput di bagian lain India. Negara-negara muslim antara lain Punjab, Multan, dan Sind. Sedangkan kerajaan-kerajaan Rajput yang paling kuat di utara India pada masa invasi Ghuri antara lain : Kerajaan Chauhan di Delhi dan Ajmer, Gualiwar atau Rathor di Qanauj, kerajaan Chalukya di Gujarat dan Anhilwar, kerajaan Chandela di Bundelkhand, kerajaan Pala di Bihar dan kerajaan Sena di Bangla.
C.    Kampanye India Muhammad Ghuri
Muizuddin Muhammad bin Sam atau lebih populer dengan nama Muhammad Ghuri menjadi penguasa Ghazni pada tahun 1173 M. Ia adalah seorang raja yang ambisius dan terbakar oleh kecintaan terhadap penaklukkan dan kekuasaan. Setelah memperkuat dirinya di Ghazni, ia mengalihkan perhatiannya ke tanah-tanah subur di anak benua tersebut.[18]
Ada beberapa faktor yang membawa Ghuri untuk mengarahkan tentaranya ke India.
1)      Orang-orang Ghuri menginginkan untuk mendirikan sebuah kerajaan tetapi kekalahan yang berturut-turut di tangan Shah Khawarizm memaksa mereka menggagalkan ide mendirikan kerajaan di Asia Tengah dan mereka mengalihkan perhatiannya ke India.
2)      Orang-orang Ghazni yang dikalahkan dan meninggalkan Ghazni meminta perlindungan di Punjab.
3)      India terbagi ke dalam banyak negara yang saling bermusuhan dan tidak ada kesatuan politik di negeri itu. Dalam kondisi keterpisahan tersebut, Muhammad Ghuri mendapatkan suatu kesempatan emas bagi kekuasaannya.
Penyerangan pertama Muhammad Ghuri diarahkan terhadap Multan yang pada saat itu dipimpin oleh orang-orang suku Karamathi. Ia merebut kota itu dan menunjuk gubernurnya sendiri di sana. Dari Multan ia meneruskan ke Uch di Sind yang direbut setelah beberapa waktu lamanya. Pada tahun 1178 M, Muhammad Ghuri memimpin sebuah ekspedisi ke Anhilwar, ibu Kota Gujarat tetapi ia dapat dikalahkan oleh Bhim II, raja Vaghela di Anhilwar. Setelah berperang beberapa tahun lamanya, Khusrau Malik ditangkap dan dipenjarakan di Ghur. Punjab kemudian masuk dalam wilayah kekuasaannya dan sejak saat itu (menjelang 1186 M) berakhirlah masa kepemimpinan Ghaznawi.
Setelah jatuhnya Dinasti Ghazni, Muhammad Ghuri harus menghadapi perlawanan dari orang-orang suku Rajput. Cepatnya keberhasilan Muhammad Ghuri mengancam Prithviraj (Pritthiraj), pemimpin Chauhan di Delhi dan Ajmer. Ia mengumpulkan suatu pasukan yang besar yang meliputi 200.000 tentara berkuda dan 300 pasukan gajah dan bergerak melawan pimpinan Ghuri. Pada tahun 1191 M, kedua tentara ini bertemu di daerah Tarain dekat Thaneswar dan sebuah peperangan terjadi dengan hasil yang menyakitkan bagi pihak muslim. Tentara muslim kalah dan dipukul mundur. Tetapi Muhammad Ghuri tidak patah semangat karena kegagalannya ini.
Setelah mengorganisasikan suatu tentara yang kuat, Muhammad Ghuri menyerang India pada tahun berikutnya 1192 M. Ia dengan kekuatan perang 120.000 kavaleri, mencapai sebuah tempat dekat Tarain dan mendirikan tenda disana. Menurut V. A. Smith, “perang kedua di Tarain tersebut pada tahun 1192 M dapat dianggap sebagai kontes yang memastikan kesuksesan tertinggi penyerangan pasukan Islam terhadap Hindustan.
Pada tahun 1194 M, Muhammad Ghuri datang lagi ke India untuk menyerang Jai Chandra di Qanauj, musuh utama Pritthraj. Qutbuddin bersama pasukannya bergabung dengan tuannya. Jai Chandra menghadapi pasukan gabungan musuhnya dan dapat dikalahkan dalam sebuah peperangan di Chandwar. Tentara yang menang ini kemudian melanjutkan ke Banaras dan merebutnya. Jatuhnya Jai Chandra di Chandwar menjadikan Muhammad Ghuri sebagai penguasa politik sekaligus pemimpin pusat-pusat keagamaan di Hindustan termasuk Qanauj dan Beneras.
Setelah kedatangan Muhammad Ghuri ke Ghazni, wakilnya yang pandai, Qutbuddin Aibak, melanjutkan usaha penaklukan. Pada tahun 1196 M ia merebut Gwalior dan kemudian berperang melawan Bhim Deva dari Anhilwar. Ia merebut Anhilwar di Gujarat (1198 M) yang dulunya pernah berhasil menahan pasukan muslim di bawah pimpinan Muhammad Ghuri pada tahun 1178 M.
Pada tahun 1202 M, Aibak menyerang Kalinjar yang merupakan pusat militer Parmadi Deva, raja Chandela di Bundelkhand. Orang-orang Chandela memberikan perlawanan yang kuat terhadap orang-orang muslim tetapi akhirnya mereka dapat dikalahkan dan benteng Kalinjar jatuh ketangan orang-orang muslim. Mahoba dan Kalpi adalah wilayah yang ditaklukkan berikutnya. Dengan demikian, semua tempat penting di India Utara berada dalam kendali umat Islam oleh Aibak.
Setelah kematian Ghiyasuddin pada tahun 1203 M, Muhammad Ghuri menjadi penguasa tunggal di Ghazni, Ghur, dan Delhi. Tetapi posisinya kemudian terancam oleh beberapa pemberontakan dan perlawanan. Pada tahun 1204 M, ia menyerang Khawarizm Shah di Asia Tengah tetapi kalah telak. Sang sultan dengan kesulitan besar berhasil lolos. Segera setelah berita bencana ini menyebar luas, kekuatan-kekuatan pengacau mulai beraksi. Mayoritas gubernur di berbagai propinsi memberontak dna menyatakan diri merdeka. Pintu gerbang Ghazni dan Multan ditutup untuk Sultan. Tetapi pemberontakan yang paling berbahaya adalah dari orang-orang suku Khokkhar yang membuat keributan di Punjab. Muhammad Ghuri bersama letnannya yang pandai, Qutbuddin bergerak ke India, meredam pemberontakan dimana-mana, meghancurkan kekuatan orang-orang Khokkhar dan mendapatkan kembali Multan dan Ghazni. Tetapi ia tidak hidup lama untuk menikmati hasil anak buahnya. Ia terbunuh secara licik pada tahun 1205 oleh seorang yang fanatik dari suku Khokkhar ketika ia dalam perjalanan ke Ghazni dari Lahore dan menginap di Damik (di distrik Jhelum).[19]
Berbagai penelitian dilakukan orang tentang penyebab kekuasaan teguh seperti Ghazni (Turki) dan Ghuri (Afghanistan), kerajaan Bani Taghlak, kerajaan keluarga kaum Said, dan Kerajaan Mongol. Begitu banyak maharaja-maharaja Brahmana sendiri, tetapi barulah kedatangan Inggris yang dapat melepaskan India dari pengaruh kekuasaan Islam dan berganti dengan kekuasaan Anglo-Saxon. Penyebab utama ada tiga perkara. Pertama, bangsa-bangsa penakluk itu sangatlah fanatik dalam beragama. Kedua, disamping penyiaran agama secara fanatik, keinginan untuk kaya juga tidak dilupakan. Ketiga, karena masyarakat India sendiri.[20]
D.    Perbandingan antara Muhammad Ghuri dan Sultan Mahmud
Muahmmad Ghuri dan Sultan  mahmud adalah dua tokoh penting anak benua ini selama masa pertengahan. Muhammad Ghuri dan Mahmud keduanya adalah prajurit yang penuh energi dan meyerang India berulang kali. Suatu penelitian yang hati-hati dan mendalam terhadap pencapaian dan karakter mereka menunjukan bahwa mereka menyerupai satu sama lain dalam lebih dari satu aspek dan berbeda dalam banyak aspek.
1)      Mahmud adalah seorang jendral yang jauh lebih besar dari Muhammad Ghuri dan karir militer Mahmud jauh lebih cemerlang dari Muhammad Ghuri. Mahmud memimpin tujuh belas ekspedisi ke India dan tidak pernah menderita kekalahan. Tetapi Muhammad Ghuri seorang tentara biasa dan mengalami beberapa kekalahan di India.
2)      Sikap mereka terhadap penyerangan-penyerangan negeri ini, Muhammad Ghuri lebih besar daripada Mahmud. Muhammad Ghuri disebut sebagai pendiri kesultanan muslim di India.
3)      Mahmud dan Muhammad Ghuri keduanya adalah negarawan besar dan mereka digerakkan oleh alasan yang kuat serta situasi dan keadaan.
4)      Mahmud adalah panutan besar dalam bidang seni dan pendidikan, sedangkan Ghuri hanyalah seorang prajurit dan politisi.[21]

BAB IV
Penutup
A.    Kesimpulan
Ghaznawi diambil dari nama salah satu kota di Kabul dalam wilayah Afghanistan Timur, yaitu kota kecil yang bernama Ghazna. Disanalah pusat pemerintahan Dinasti Ghaznawi. Lahirnya dinasti ini dilatar belakangi oleh peran seorang keturunan budak Turki bernama Alptigin yang begitu setia dan diberi kepercayaan oleh Abdul al-Malik bin Nuh selaku penguasa Dinasti Samaniyah pada waktu itu.
Jatuhnya Ghaznawiyah oleh salah satu kelompok penguasa pusat Abbasiyah, Dinasti Seljuk, telah memberi kesempatan yang sangat berharga kepada salah seorang jenderal Ghaznawi untuk tampil ke depan guna menyelamatkan wilayah-wilayah yang telah diwariskan kepadanya. Pada akhir abad dua belas, kedudukan Ghaznawi digantikan oleh panglimanya yang selanjutnya disebut Dinasti Ghuri. Dinasti Ghuri mengawali debutnya secara sistematik ketika berhasil menaklukkan India. Dalam rentang waktu 1175-1192.
Muahmmad Ghuri dan Sultan  mahmud adalah dua tokoh penting anak benua ini selama masa pertengahan. Muhammad Ghuri dan Mahmud keduanya adalah prajurit yang penuh energi dan meyerang India berulang kali. Suatu penelitian yang hati-hati dan mendalam terhadap pencapaian dan karakter mereka menunjukan bahwa mereka menyerupai satu sama lain dalam lebih dari satu aspek dan berbeda dalam banyak aspek.
1)      Mahmud adalah seorang jendral yang jauh lebih besar dari Muhammad Ghuri dan karir militer Mahmud jauh lebih cemerlang dari Muhammad Ghuri. Mahmud memimpin tujuh belas ekspedisi ke India dan tidak pernah menderita kekalahan. Tetapi Muhammad Ghuri seorang tentara biasa dan mengalami beberapa kekalahan di India.
2)      Sikap mereka terhadap penyerangan-penyerangan negeri ini, Muhammad Ghuri lebih besar daripada Mahmud. Muhammad Ghuri disebut sebagai pendiri kesultanan muslim di India.
3)      Mahmud dan Muhammad Ghuri keduanya adalah negarawan besar dan mereka digerakkan oleh alasan yang kuat serta situasi dan keadaan.

DAFTAR PUSTAKA

Hamka.2016. Sejarah Umat Islam; Pra-kenabian hingga Islam di Nusantara. Jakarta: Gema Insani.
Nasution, Harun. 1992. Pembaharuan dalam Islam. Jakarta: Bulan Bintang.
Abdullah, Taufik. 2003. Ensiklopedi Tematis Dunia Islam. Jakarta: PERPUSNAS RI.
Al-‘Usairy, Ahmad. 2008. Al-Tarikh al-Islami. Jakarta: Akbar Media Nusantara.
Brockelman, Carl. History of The Islamic people. London .
Amin, Ahmad. 1966. Zuhr al-Islam. Kairo: al-Maktab al-Mishriyyah.


[1] Harun Nasution. Pembaharuan dalam Islam. (Cet. IX; Jakarta, Bulan Bintang,1992), hlm. 75. 
[2] Taufik Abdullah, Ensiklopedi Tematis Dunia Islam (Cet. II; Jakarta: Perpustakaan Nasional RI, 2003), hlm. 120. 

[3] Ahmad al-‘Usairy, al-Tarikh al-Islami, terj. Samson Rahman, Sejarah Islam (Cet. VI; Jakarta: Akbar Media Nusantara, 2008), hlm. 274.  

[4] Carl Brockelman, History of  The Islamic Peoples, (London: Routledge and Kegan Paul, [t.t.]), hlm. 16.
[5] Ibid., hlm. 218.
[6] Ibid., hlm. 243.
[7] Carl Brockelman, op.cit., hlm. 169.
[8] Ahmad Amin, Zuhr al-Islâm, (Kairo: Al-Maktabat al-Mishriyyah, 1966), hlm. 278

[9] Ibid.
[10] Umar Amir Husein, Kultur Islam, (Jakarta: Bulan Bintang, 1981),  hlm. 514
[11] Syed Ameer Ali, A History of Saracens, (New Delhi: Kitab Savan, 1981), hlm. 307

[12] Ibid.

[13] W.Montgomery Watt, op.cit., hlm. 213.

[14] Abdul Karim, Sejarah Islam di India, (Yogyakarta: Bunga Grafies, 2003), hlm. 21
[15] Ajid Thohir, dkk, Islam di Asia Selatan: Melacak Perkembangan Sosial, Politik Islam di India, Pakistan dan Bangladesh, (Bandung:Humaniora, 2006), hlm. 86
[16] Ibid., hlm. 30
[17] Ibid., hlm. 31 
[18] Ibid.,
[19] Ibid., hlm.38
[20] Hamka, Sejarah Umat Islam; Pra-kenabian hingga Islam di Nusantara, (Jakarta: Gema Insani, 2016), hlm. 369.
[21] Ibid.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Lisan, Teka Teki di Indonesia dan contohnya

PEMBAHARUAN SHER SHAH SURI

Harmoni di Ufuk Timur Kediri